Tottenham Hotspur

Tottenham Hotspur VS Man City Berakhir Imbang 2-2

Tottenham Hotspur Vs Manchester City Berakhir Imbang 2–2, Namun Hasil Itu Punya Dampak Signifikan Terhadap Persaingan Gelar Juara Musim Ini. Pada Pekan Ke‑24 Premier League 2025/26. Laga yang di gelar di Tottenham Hotspur Stadium pada Minggu (1/2/2026) malam WIB memperlihatkan drama besar, comeback luar biasa dari Spurs, serta tekanan yang semakin berat bagi juara bertahan Manchester City.

City Memimpin 2–0 di Babak Pertama

Manchester City tampak mengendalikan pertandingan sejak awal. Dua gol cepat membuat mereka unggul pada babak pertama:

  • Rayan Cherki membuka skor pada menit ke‑11 — dengan penyelesaian yang memanfaatkan tekanan awal City ke lini belakang Spurs.
  • Lalu Antoine Semenyo menggandakan keunggulan jelang turun minum pada menit ke‑44.
  • City bermain efektif di babak pertama, sementara Tottenham Hotspur kesulitan membangun serangan dan banyak bertahan. Namun momentum berubah drastis di babak kedua.

Comeback Dramatis Tottenham Hotspur dan Gol Scorpion Kick Solanke

Tottenham yang tertinggal dua gol tidak menyerah. Perubahan taktik manajer Thomas Frank di babak kedua membawa hasil yang dramatis:

  • Dominic Solanke mencetak dua gol — yang pertama umpan berjalan menjadi gol (yang sempat dianggap bunuh diri pemain City), dan yang kedua lewat tendangan scorpion kick yang spektakuler memasukkan bola ke gawang Gianluigi Donnarumma. Gol scorpion kick ini langsung jadi sorotan media dan fans karena teknik yang luar biasa.
  • Hasil akhir menjadi 2–2, yang berarti City gagal menjaga keunggulan dan Spurs berhasil memaksakan satu poin berharga sekaligus menunjukkan karakter juang yang kuat.

Apa Arti Hasil Ini bagi Liga Inggris?

Imbang 2–2 ini punya dampak besar bagi persaingan gelar Liga Inggris:

  1. City Terseret dari Persaingan Juara

Sebelumnya, Manchester City masih berada dekat di belakang pemuncak klasemen Arsenal yang unggul di puncak. Setelah hasil imbang ini, City kini tertinggal enam poin dari Arsenal, dengan Arsenal sudah menang 4–0 atas Leeds United di laga lain akhir pekan itu.

Posisi kedua yang kini ditempati City jadi lebih rentan karena kekonsistenan performa mereka menurun. Termasuk empat hasil imbang dalam enam laga terakhir di liga. Hal ini membuat peluang City mengejar Arsenal semakin menipis meski secara teori masih ada sisa 14 laga musim ini.

  1. Arsenal Mendapat Keuntungan Besar

Dampak positif terbesar dari hasil ini dirasakan oleh Arsenal, yang kini memimpin dengan keunggulan poin signifikan. Kemenangan mereka dalam pertandingan lain memberi ruang bernapas lebih jauh—membuat rekan‑rekan pesaing gelar seperti City dalam tekanan untuk mempertahankan peluang juara, bukan mengejar.

  1. Spurs Tunjukkan Semangat Juang dan Momentum

Bagi Tottenham, satu poin ini memberi motivasi besar di tengah musim yang menantang. Meski bukan kandidat juara musim ini, comeback Spurs menunjukkan potensi besar di bawah asuhan Thomas Frank. Mereka bermain dengan intensitas yang meningkat dan memberi contoh bagaimana tim yang tertinggal bisa bangkit menghadapi rival kuat seperti City.

Kontroversi dan Reaksi Pelatih

Laga ini juga memancing reaksi emosional dari manajer Pep Guardiola. Pelatih City mempertanyakan keabsahan gol pertama Tottenham Hotspur. Mengklaim ada pelanggaran yang seharusnya di anulir terhadap bek Marc Guéhi sebelum gol itu tetapi wasit dan VAR membiarkan gol tersebut bertahan. Keputusan itu memicu protes publik dari Guardiola dan sejumlah pengamat yang merasa keputusan wasit mempengaruhi momentum City di babak kedua.

Hasil imbang 2–2 antara Tottenham vs Manchester City bisa disebut sebagai salah satu momen penting di musim Liga Inggris 2025/26. City. Yang semula menempel ketat pemuncak Arsenal, kini mengalami tekanan poin yang lebih besar setelah terbongkar dua gol di awal, hanya untuk dibalas oleh semangat juang Spurs. Hasil ini jelas menyulitkan peluang mereka dalam perebutan gelar, sambil memperbesar peluang Arsenal yang kini unggul poin signifikan.