Oli Palsu Marak Beredar, Awas Kerusakan Mesin Jangka Panjang!
Oli Palsu Marak Beredar, Awas Kerusakan Mesin Jangka Panjang!

Oli Palsu Marak Beredar, Awas Kerusakan Mesin Jangka Panjang!

Oli Palsu Marak Beredar, Awas Kerusakan Mesin Jangka Panjang!

Facebook Twitter WhatsApp Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email Print
Oli Palsu Marak Beredar, Awas Kerusakan Mesin Jangka Panjang!
Oli Palsu Marak Beredar, Awas Kerusakan Mesin Jangka Panjang!

Oli Palsu bagi kendaraan bermotor, oli merupakan komponen yang sangat penting dalam menjaga kinerja mesin. Fungsinya tidak hanya untuk melumasi mesin agar bagian-bagian yang bergerak tidak saling bergesekan, tetapi juga untuk mendinginkan mesin, mengurangi keausan, serta membersihkan kotoran atau endapan yang terbentuk di dalam mesin. Oleh karena itu, pemilihan oli yang tepat menjadi sangat penting.

Belakangan ini, pasar oli Indonesia di warnai peredaran produk palsu yang berpotensi merusak mesin kendaraan dalam jangka panjang. Oli yang beredar tidak memenuhi standar kualitas dari produsen resmi dan bisa merusak komponen mesin yang sangat mahal.

Oli palsu adalah pelumas berkualitas rendah di buat tanpa standar resmi dan membahayakan performa mesin kendaraan dalam penggunaan jangka panjang. Produk ini biasanya di jual lebih murah daripada oli asli, sehingga menarik konsumen yang tidak teliti dalam memilih pelumas kendaraan. Secara fisik, oli ini memiliki kemasan dan label yang sangat mirip dengan produk asli sehingga sulit di kenali secara langsung. Sayangnya, kualitas bahan pelumas ini jauh dari standar, jika di gunakan terus-menerus, dapat merusak mesin secara permanen.

Pelumas dengan kualitas rendah seperti ini mengandung aditif yang tidak sesuai standar dan memiliki kekentalan yang tidak stabil. Karena kualitas pelumasannya buruk, produk tersebut tidak mampu melumasi mesin dengan baik, menyebabkan gesekan berlebihan antar komponen mesin. Akibatnya, terjadi panas berlebih, keausan cepat, dan bahkan risiko kegagalan mesin jika di gunakan dalam waktu lama.

Oli Palsu yang beredar di pasaran Indonesia semakin meresahkan, dengan sekitar 20–30% oli yang di jual tidak asli, menurut data dari Asosiasi Produsen Oli Indonesia (APOI). Penyebarannya menjadi ancaman, terutama bagi konsumen yang kurang memiliki pengetahuan atau perhatian terhadap kualitas oli yang di gunakan pada kendaraan mereka. Selain merugikan secara finansial, pelumas tidak standar ini juga dapat menurunkan kinerja kendaraan secara drastis dan berpotensi merusak mesin dalam jangka panjang.

Oli Palsu Merugikan konsumen: Ciri-Ciri Oli Asli Yang Perlu Diketahui

Oli Palsu Merugikan konsumen: Ciri-Ciri Oli Asli Yang Perlu Diketahui bagi konsumen yang ingin memastikan keaslian oli yang akan digunakan, terdapat beberapa ciri-ciri yang dapat membantu membedakan oli asli dengan oli tiruan. Meskipun tidak selalu mudah untuk membedakan keduanya, berikut ini adalah beberapa tips untuk mengenali oli asli:

  • Kemasan dan Label: Oli asli biasanya memiliki kemasan yang rapi dan di lengkapi dengan label yang jelas, lengkap dengan informasi produk yang terperinci seperti tanggal produksi, nomor batch, dan kode QR untuk verifikasi keaslian. Perhatikan juga apakah label mudah terkelupas atau tampak kabur, karena oli tiruan sering menggunakan bahan kemasan yang lebih murah. Selain itu, oli asli biasanya memiliki kemasan yang lebih kokoh dan tidak mudah rusak.
  • Harga: Harga oli yang terlalu murah di bandingkan dengan harga pasaran bisa menjadi indikasi bahwa oli tersebut palsu. Oli yang di produksi oleh merek ternama memiliki biaya produksi yang tinggi karena melalui proses pengujian dan penelitian yang ketat. Oleh karena itu, oli asli tidak akan di jual dengan harga yang jauh lebih murah di bandingkan dengan harga pasaran.
  • Kualitas Cairan: Oli asli memiliki warna dan kekentalan yang konsisten. Oli asli cenderung memiliki warna yang jernih atau sedikit kecoklatan dan kekentalan yang stabil. Sementara itu, oli palsu bisa memiliki warna yang tidak seragam atau bahkan lebih pekat. Selain itu, oli palsu juga bisa terasa lebih cair atau lebih kental daripada oli yang seharusnya. Sebaiknya, lakukan tes dengan meneteskan oli pada kain putih. Jika ada endapan atau noda yang tidak biasa, itu adalah tanda oli palsu.
  • Sumber Pembelian: Oli sebaiknya di beli melalui dealer resmi, bengkel yang terpercaya, atau toko otomotif yang memiliki reputasi baik. Hindari membeli oli dari tempat yang tidak jelas asal-usulnya, seperti pedagang kaki lima, toko online yang tidak terverifikasi, atau pasar gelap. Pembelian dari sumber yang terpercaya akan mengurangi risiko mendapatkan oli palsu.

Peran Pemerintah Dan Industri Dalam Memerangi Oli Palsu

Peran Pemerintah Dan Industri Dalam Memerangi Oli Palsu peredaran oli tiruan yang semakin marak di pasar Indonesia membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, produsen oli, dan konsumen itu sendiri. Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian telah melakukan pengawasan terhadap peredaran barang-barang palsu di pasaran. Pengawasan ini termasuk produk oli, yang sering kali menjadi sasaran pemalsuan.

Direktorat Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil Kemenperin telah berupaya memerangi peredaran oli palsu melalui berbagai strategi pengawasan intensif. Kemenperin juga menggandeng BPOM untuk memperkuat pengawasan produk pelumas, termasuk mengawasi jalur distribusi dan kepatuhan terhadap standar industri. Pemeriksaan rutin terhadap oli yang beredar terus di lakukan, baik di toko-toko fisik maupun di berbagai platform penjualan online yang populer.

Produsen oli terkemuka kini semakin memperketat distribusi produk mereka dengan mengadopsi sistem keamanan modern guna mencegah pemalsuan secara masif. Teknologi pelacakan seperti kode QR dan hologram kini digunakan pada kemasan untuk memudahkan verifikasi keaslian oleh konsumen umum.
Konsumen kini dapat memastikan keaslian produk yang di beli hanya dengan memindai kode QR langsung dari kemasan oli.

Langkah-Langkah Preventif Menghindari Kerusakan Mesin 

Langkah-Langkah Preventif Menghindari Kerusakan Mesin untuk mencegah kerusakan mesin akibat penggunaan oli tiruan, pemilik kendaraan perlu memperhatikan beberapa langkah preventif yang dapat mengurangi risiko kerusakan pada mesin:

  • Beli Oli dari Toko Terpercaya: Pastikan untuk membeli oli hanya dari tempat terpercaya, seperti dealer resmi, bengkel berlisensi, atau toko otomotif yang memiliki reputasi baik. Hindari membeli oli dari sumber tidak jelas, seperti pedagang kaki lima atau pasar gelap, karena risiko mendapatkan produk palsu jauh lebih tinggi.
  • Periksa Kemasan dan Label: Sebelum membeli, selalu periksa kondisi fisik kemasan dan kejelasan label. Oli asli umumnya di kemas dengan rapi, sedangkan produk tiruan sering memiliki kemasan berkualitas rendah dan label yang mudah luntur.
  • Rutin Servis Kendaraan: Melakukan servis rutin, termasuk penggantian oli sesuai jadwal, sangat penting untuk menjaga performa mesin. Pemeriksaan berkala juga membantu mengidentifikasi potensi masalah lebih awal sebelum terjadi kerusakan serius.
  • Gunakan Oli yang Sesuai dengan Spesifikasi Kendaraan: Selalu gunakan oli yang sesuai dengan spesifikasi pabrikan kendaraan Anda. Penggunaan oli yang tidak tepat dapat mengurangi efisiensi pelumasan dan meningkatkan risiko kerusakan komponen mesin.

Menurut survei dari Lembaga Pengujian dan Sertifikasi Produk (LP2P), sekitar 10–15% kendaraan menggunakan oli palsu yang beredar bebas. Kendaraan yang menggunakan pelumas tidak asli tersebut mengalami penurunan kinerja mesin dalam waktu kurang dari satu tahun pemakaian. Fakta ini menegaskan pentingnya kesadaran pemilik kendaraan terhadap kualitas oli guna mencegah kerusakan mesin yang berdampak fatal.

Peredaran pelumas yang tidak sesuai standar resmi merupakan masalah serius karena berpotensi merusak mesin dan menyebabkan kerugian finansial besar. Kolaborasi antara konsumen, pemerintah, dan pelaku industri sangat penting untuk mengendalikan penyebaran serta mengamankan kendaraan dari Oli Palsu.

Share : Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email WhatsApp Print

Artikel Terkait