
Oli Palsu bagi kendaraan bermotor, oli merupakan komponen yang sangat penting dalam menjaga kinerja mesin. Fungsinya tidak hanya untuk melumasi mesin agar bagian-bagian yang bergerak tidak saling bergesekan, tetapi juga untuk mendinginkan mesin, mengurangi keausan, serta membersihkan kotoran atau endapan yang terbentuk di dalam mesin. Oleh karena itu, pemilihan oli yang tepat menjadi sangat penting.
Belakangan ini, pasar oli Indonesia di warnai peredaran produk palsu yang berpotensi merusak mesin kendaraan dalam jangka panjang. Oli yang beredar tidak memenuhi standar kualitas dari produsen resmi dan bisa merusak komponen mesin yang sangat mahal.
Oli palsu adalah pelumas berkualitas rendah di buat tanpa standar resmi dan membahayakan performa mesin kendaraan dalam penggunaan jangka panjang. Produk ini biasanya di jual lebih murah daripada oli asli, sehingga menarik konsumen yang tidak teliti dalam memilih pelumas kendaraan. Secara fisik, oli ini memiliki kemasan dan label yang sangat mirip dengan produk asli sehingga sulit di kenali secara langsung. Sayangnya, kualitas bahan pelumas ini jauh dari standar, jika di gunakan terus-menerus, dapat merusak mesin secara permanen.
Pelumas dengan kualitas rendah seperti ini mengandung aditif yang tidak sesuai standar dan memiliki kekentalan yang tidak stabil. Karena kualitas pelumasannya buruk, produk tersebut tidak mampu melumasi mesin dengan baik, menyebabkan gesekan berlebihan antar komponen mesin. Akibatnya, terjadi panas berlebih, keausan cepat, dan bahkan risiko kegagalan mesin jika di gunakan dalam waktu lama.
Oli Palsu yang beredar di pasaran Indonesia semakin meresahkan, dengan sekitar 20–30% oli yang di jual tidak asli, menurut data dari Asosiasi Produsen Oli Indonesia (APOI). Penyebarannya menjadi ancaman, terutama bagi konsumen yang kurang memiliki pengetahuan atau perhatian terhadap kualitas oli yang di gunakan pada kendaraan mereka. Selain merugikan secara finansial, pelumas tidak standar ini juga dapat menurunkan kinerja kendaraan secara drastis dan berpotensi merusak mesin dalam jangka panjang.
Oli Palsu Merugikan konsumen: Ciri-Ciri Oli Asli Yang Perlu Diketahui bagi konsumen yang ingin memastikan keaslian oli yang akan digunakan, terdapat beberapa ciri-ciri yang dapat membantu membedakan oli asli dengan oli tiruan. Meskipun tidak selalu mudah untuk membedakan keduanya, berikut ini adalah beberapa tips untuk mengenali oli asli:
Peran Pemerintah Dan Industri Dalam Memerangi Oli Palsu peredaran oli tiruan yang semakin marak di pasar Indonesia membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, produsen oli, dan konsumen itu sendiri. Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian telah melakukan pengawasan terhadap peredaran barang-barang palsu di pasaran. Pengawasan ini termasuk produk oli, yang sering kali menjadi sasaran pemalsuan.
Direktorat Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil Kemenperin telah berupaya memerangi peredaran oli palsu melalui berbagai strategi pengawasan intensif. Kemenperin juga menggandeng BPOM untuk memperkuat pengawasan produk pelumas, termasuk mengawasi jalur distribusi dan kepatuhan terhadap standar industri. Pemeriksaan rutin terhadap oli yang beredar terus di lakukan, baik di toko-toko fisik maupun di berbagai platform penjualan online yang populer.
Produsen oli terkemuka kini semakin memperketat distribusi produk mereka dengan mengadopsi sistem keamanan modern guna mencegah pemalsuan secara masif. Teknologi pelacakan seperti kode QR dan hologram kini digunakan pada kemasan untuk memudahkan verifikasi keaslian oleh konsumen umum.
Konsumen kini dapat memastikan keaslian produk yang di beli hanya dengan memindai kode QR langsung dari kemasan oli.
Langkah-Langkah Preventif Menghindari Kerusakan Mesin untuk mencegah kerusakan mesin akibat penggunaan oli tiruan, pemilik kendaraan perlu memperhatikan beberapa langkah preventif yang dapat mengurangi risiko kerusakan pada mesin:
Menurut survei dari Lembaga Pengujian dan Sertifikasi Produk (LP2P), sekitar 10–15% kendaraan menggunakan oli palsu yang beredar bebas. Kendaraan yang menggunakan pelumas tidak asli tersebut mengalami penurunan kinerja mesin dalam waktu kurang dari satu tahun pemakaian. Fakta ini menegaskan pentingnya kesadaran pemilik kendaraan terhadap kualitas oli guna mencegah kerusakan mesin yang berdampak fatal.
Peredaran pelumas yang tidak sesuai standar resmi merupakan masalah serius karena berpotensi merusak mesin dan menyebabkan kerugian finansial besar. Kolaborasi antara konsumen, pemerintah, dan pelaku industri sangat penting untuk mengendalikan penyebaran serta mengamankan kendaraan dari Oli Palsu.