Site icon TribunMedia24

Desa Kertasura Terkenal Dengan Desa Ular, Mengapa Demikian?

Desa Kertasura

Desa Kertasura Terkenal Dengan Desa Ular, Mengapa Demikian

Desa Kertasura Di Cirebon, Jawa Barat Disebut-Sebut Sebagai Desa Ular Karena Banyaknya Berbagai Jenis Ular Yang Bersemayam Di Rumah Penduduk. Menelusuri jalan di desa ini memberikan pengalaman yang serba menakjubkan dan mengerikan. Biasanya ular sering di anggap menakutkan oleh masyarakat umum, tetapi tidak demikian bagi penduduk kampung ular kertasura. Ular-ular yang di peroleh dari para pemburu ular menjadi berkah tersendiri bagi penduduk di perkampungan ini. Terutama saat musim hujan tiba, karena hampir semua warga di tempat ini bekerja sebagai pengrajin kulit ular. Di sepanjang jalan perkampungan, pembantaian ular terjadi setiap minggunya, di mana ribuan ular di bunuh dan di kuliti. Kulit-kulit ular yang terlepas dari dagingnya di tumpuk di lantai area rumah-rumah warga. Kemudian di proses menjadi bahan baku pembuatan aksesoris. Bahkan, hasil kulit ular dari Desa Kertasura telah di jual ke berbagai daerah dan dunia.

Ular yang di tangkap masyarakat Desa Kertasura adalah jenis ular khusus yang hidup di berbagai jenis air, baik asin, tawar maupun payau. Ular-ular yang di ambil ini di anggap sebagai hama oleh petani, peternak dan petambak. Nasib ular yang di cabut kulitnya, setelah mengalami satu atau dua hari penderitaan yang tak terbayangkan, akan mati akibat efek kejut dan dehidrasi. Namun, daging ular tersebut tidak di buang begitu saja, tetapi di jual ke beberapa daerah lainnya. Tak hanya itu, telur dari ular juga di kumpulkan dan di jual sebagai umpan pancing. Biasanya di kalngan pemancing, telur ini di anggap memiliki daya tarik bagi beberapa jenis ikan.

Bagaimana Sih Sebenarnya Praktik Untuk Mendapatkan Kulit Ular Di Desa Kertasura?

Lalu yang menjadi pertanyannya, Bagaimana Sih Sebenarnya Praktik Untuk Mendapatkan Kulit Ular Di Desa Kertasura? Yuk simak penjelasan berikut!

Ular hidup akan di kumpulkan di sebuah tong yang berisi air. Jika sudah, satu persatu ular akan di sembelih dengan cara memasukkan air ke dalam mulutnya menggunakan selang. Tujuan dari tahapan ini adalah agar kulit ular tersebut lebih lebar dan panjang. Setelah tubuh ular menggelembung, lehernya akan di ikat dengan tali. Dengan tujuan agar air di dalam perutnya tidak keluar, biasanya berlangsung selama sekitar 10 menit. Setelah proses memasukkan air, kulit ular di pisahkan dari dagingnya, dengan cara bagian kulit di tarik mulai dari rahang hingga ekor. Hal ini persis seperti melepaskan sarung tangan plastik. Biasanya, kulit yang di lepaskan akan melilit dengan sendirinya.

Lalu, kulit ular yang sudah terpisah dari dagingnya di keringkan di atas papan. Jika sudah sedikit mengering, kulit tersebut akan di masukkan ke dalam sebuah oven pengering khusus. Oven ini biasanya mampu menampung sekitar 60 kilogram kulit ular. Tujuan dari proses ini adalah untuk mengurangi kadar air dalam kulit ular sehingga cepat mengering dan tidak membusuk. Setelah beberapa jam di oven, kulit-kulit tersebut di angkat dan di celupkan untuk mencari motif dan potongan yang di inginkan.

Penggunaan Kulit Ular Dalam Pembuatan Produk Fashion

Fashion telah menjadi bagian penting dari gaya hidup modern, dan inovasi dalam bahan dan desain terus mendorong perkembangan industri ini. Salah satu tren yang menarik adalah Penggunaan Kulit Ular Dalam Pembuatan Produk Fashion, terutama tas. Kulit ular memberikan sentuhan eksotis dan mewah pada tas, menjadikannya pilihan yang populer di kalangan pecinta fashion yang mencari sesuatu yang unik dan berkelas.

Tas dari kulit ular menawarkan kombinasi antara keindahan alami motif kulit ular dengan kekuatan dan ketahanan yang dibutuhkan dalam sebuah tas. Kulit ular memiliki tekstur yang lembut namun kuat, sehingga mampu menghasilkan tas yang awet dan tahan lama. Selain itu, warna-warna alami dan pola-pola unik yang dimiliki oleh kulit ular memberikan banyak pilihan bagi para desainer untuk menciptakan tas yang eksklusif dan menarik.

Exit mobile version