
Gempa Pacitan Terasa hingga Yogyakarta, Warga Gemetar Lemas
Gempa Pacitan, Jawa Timur Getarannya Terasa Sampai Ke Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Pada Jumat Dini Hari. Getaran ini tidak hanya mengguncang wilayah Pacitan dan sekitarnya, tetapi getarannya terasa sampai ke Yogyakarta, bahkan membuat banyak warga terbangun dari tidur dan merasakan dampaknya secara fisik.
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di laut tenggara Pacitan dengan magnitudo 6,5 pada pukul 01.06 WIB. Episentrum gempa terletak sekitar 89 kilometer tenggara Pacitan dengan kedalaman yang relatif dangkal, yakni hanya sekitar 10 kilometer. Kedalaman seperti ini memungkinkan energi Gempa Pacitan di rasakan jauh dari episentrum termasuk sampai wilayah Yogyakarta. Simak terus penjelasan mengenai Gempa Pacitan hingga ke wilayah Yogyakarta.
Getaran Kuat Gempa Pacitan dan Reaksi Warga Yogyakarta
Getaran gempa yang terjadi dini hari terasa cukup kuat di beberapa daerah se‑DIY, seperti Yogyakarta, Sleman, dan Bantul. Banyak warga yang terbangun dari tidur karena goyangan berlangsung cukup lama, beberapa bahkan sampai dua hingga tiga menit. Sehingga menimbulkan kepanikan. Lampu gantung, sangkar burung, atau benda ringan di rumah sempat bergerak mengikuti getaran.
Tak hanya itu, gempa ini juga menyebabkan aliran listrik padam di sejumlah wilayah DIY, terutama di daerah Bantul dan Sleman. Warga mengaku lampu langsung mati usai guncangan, sementara di beberapa titik lain listrik kembali menyala setelah beberapa waktu. Pemadaman listrik ini sempat menambah kecemasan masyarakat. Karena membuat suasana lebih gelap dan menimbulkan kekhawatiran akan gempa susulan atau kondisi darurat lainnya.
Seorang warga mengatakan bahwa gempa terasa sangat nyata hingga kaca jendela ikut bergetar. Mereka kemudian keluar rumah untuk memastikan kondisi lingkungan sekitar aman, termasuk memeriksa apakah terjadi kerusakan pada struktur bangunan. Meski demikian, sampai saat ini belum ada laporan signifikan mengenai kerusakan bangunan berat atau korban jiwa.
Mengapa Gempa Ini Bisa Di Rasakan Jauh?
Menurut para ahli gempa dan BMKG, kuatnya getaran yang terasa hingga Yogyakarta di pengaruhi dua faktor utama. Magnitudo gempa yang besar dan kedalaman episentrum yang dangkal. Gempa dengan kedalaman tidak dalam cenderung hasilkan getaran lebih kuat di permukaan. Sehingga dapat di rasakan oleh orang yang berada jauh dari pusat gempa.
Wilayah Jawa bagian selatan memang merupakan salah satu zona yang rentan gempa karena berada di daerah pertemuan lempeng tektonik besar, yaitu lempeng Indo‑Australia yang menyusup ke bawah lempeng Eurasia. Gerakan lempeng ini kerap memicu gempa tektonik yang kekuatannya bisa bervariasi, mulai dari ringan hingga kuat.
Respons dan Imbauan BMKG
BMKG menegaskan bahwa gempa ini tidak memiliki potensi tsunami, sehingga masyarakat di daerah pesisir tidak perlu khawatir akan gelombang tinggi. Namun, BMKG tetap mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan yang bisa terjadi dalam beberapa hari ke depan, terutama setelah gempa besar seperti ini.
Selain itu, BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum jelas kebenarannya atau hoaks yang sering beredar di masa gempa. Sumber informasi resmi seperti aplikasi infoBMKG atau kanal resmi BMKG di media sosial adalah rujukan utama agar publik mendapatkan data yang akurat dan cepat.
Dampak Psikologis dan Kesadaran Kesiapsiagaan
Getaran gempa yang di rasakan hingga Yogyakarta tidak hanya berdampak secara fisik, tetapi juga psikologis. Banyak warga yang merasa gemetar, lemas, atau deg‑degan setelah merasakan gempa, terutama karena gempa terjadi pada dini hari ketika orang sedang tidur. Rasa kaget dan ketidakpastian tentang gempa susulan membuat beberapa orang merasa cemas dan gelisah selama beberapa waktu usai kejadian.
Situasi ini menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana geologi. Terutama di wilayah yang memang rawan gempa seperti Pulau Jawa. Pemerintah daerah dan instansi terkait biasanya akan bekerja sama untuk meningkatkan edukasi publik tentang apa yang harus di lakukan saat gempa terjadi.