Kemensos

Kemensos Dirikan Dapur Umum Untuk Korban Banjir Purbalingga

Kemensos Menindaklanjuti Dampak Bencana Banjir Dan Tanah Longsor Di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah Dengan Serangkaian Bantuan Darurat. Langkah konkret Kemensos itu meliputi pendirian dapur umum untuk memenuhi kebutuhan makanan korban, serta distribusi bantuan logistik yang komprehensif.

Bencana terjadi pada Jumat malam, 23 Januari 2026, setelah hujan sangat lebat mengguyur lereng Gunung Slamet. Curah hujan di laporkan lebih dari 150 milimeter, menyebabkan sungai di kawasan itu meluap dan memicu banjir bandang setinggi dua sampai tiga meter di beberapa desa, termasuk Kutabawa, Serang, Sangkanayu, dan Lambur.

Banjir ini berdampak luas. Data awal menunjukkan satu orang meninggal dunia dan satu orang mengalami luka berat. Selain itu, 1.121 warga dari Desa Sangkanayu dan Desa Serang terpaksa mengungsi dari rumah mereka yang terdampak. Akibat luapan air yang deras, sedikitnya 146 rumah mengalami kerusakan dalam berbagai tingkat, mulai dari ringan hingga berat. Serta beberapa fasilitas umum seperti posyandu dan balai desa rusak akibat terseret bebatuan dan pohon Kemensos.

Respon Cepat Kemensos dan Kolaborasi Lintas Sektor

Menanggapi keadaan darurat tersebut, Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf yang juga di kenal dengan panggilan Gus Ipul. Menegaskan bahwa Kemensos bekerja sama dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, PMI, dan Baznas untuk membantu warga terdampak. Upaya ini fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar korban dengan mendirikan dapur umum di titik-titik strategis seperti Desa Serang dan Desa Sangkanayu.

Dapur umum ini bukan sekadar simbol bantuan; fasilitas ini berperan penting dalam menyediakan makanan siap saji dan lauk pauk kepada para pengungsi dan relawan. Sekaligus memastikan kebutuhan dasar terpenuhi selama masa tanggap darurat. Selain itu, PDAM setempat turut mendistribusikan air bersih, memperkuat upaya pemulihan kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak.

Rincian Bantuan Logistik yang Di Salurkan

Melalui Gudang Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, Kemensos menyalurkan bantuan logistik tahap pertama kepada korban banjir Purbalingga. Paket bantuan tersebut mencakup beragam kebutuhan penting, antara lain:

  • 200 paket makanan siap saji
  • 200 paket lauk pauk siap saji
  • 5 unit tenda keluarga
  • 100 lembar kasur
  • 100 lembar tenda gulung
  • 100 paket selimut
  • 100 paket sandang khusus anak-anak
  • 100 paket family kit
  • 100 paket kids ware

Bantuan ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarga yang kehilangan tempat tinggal atau fasilitas akibat banjir dan longsor.

Kegiatan Lain di Lapangan

Selain penyaluran bantuan dan operasional dapur umum, tim gabungan dari Kemensos bersama pemerintah daerah juga melakukan beberapa tindakan penting di lapangan. Ini termasuk:

  • Asesmen dan kaji cepat kebutuhan korban untuk menyesuaikan bantuan selanjutnya.
  • Evakuasi warga ke tempat yang lebih aman, terutama bagi mereka yang masih berada di wilayah rawan.
  • Pembukaan akses jalan yang terputus, dengan menggunakan alat berat untuk memperlancar mobilitas bantuan dan aktivitas warga.
  • Pendirian posko tanggap darurat di Balai Desa Serang untuk memperkuat koordinasi penanganan bencana secara terintegrasi.

Selain itu, pasokan listrik di beberapa desa terdampak seperti Desa Serang dan Desa Kutabawa di laporkan mulai normal kembali. Meskipun proses pembersihan sisa material banjir masih terus berjalan. Dapur umum juga terus beroperasi untuk menjamin ketersediaan makanan bagi para pengungsi dan tim relawan.

Tantangan dan Harapan

Penanganan bencana skala besar seperti ini selalu penuh tantangan, terutama dalam menjaga distribusi bantuan yang merata serta mempercepat pemulihan kondisi pascabencana. Namun, kolaborasi antara Kemensos, pemerintah daerah, aparat keamanan. Serta lembaga kemanusiaan menunjukkan sinergi yang kuat dalam memenuhi kebutuhan korban dengan cepat dan efektif.

Dengan operasi darurat yang terus berjalan — termasuk dapur umum dan distribusi logistik. Di harapkan kebutuhan dasar warga terdampak banjir di Purbalingga dapat terpenuhi secara berkelanjutan, sekaligus memberi ruang bagi proses pemulihan sosial dan ekonomi mereka dalam beberapa minggu ke depan.